Yang tinggal di istana namun telah usang dan diletakkan begitu saja di sudut dapur istana.
Mereka layaknya sepasang suami - istri karena sepasang selop tua ini dapat saling berbicara.
Ajaib! Ya memang karena ini dongeng yang sarat pesan...
Jadi silakan dibaca kisah mereka.
Hari itu, selop tua yang berperan sebagai suami mengeluh karena mereka yang tak lagi terpakai dan dilupakan pemiliknya sehingga hanya jadi benda tua yang menjadi incaran tikus - tikus dapur istana. Lalu sang suami berkata, "istriku apakah kau melihat tikus yang memelototi kita dari tadi di sana?". Istrinya menjawab dengan anggukkan.
"Bagaimana jika kita berdoa untuk menjadi tikus saja istriku." pikir suami selop kepada istrinya.
"Bagaimana yang baik menurutmu suamiku." jawab istri selop dengan patuh.
Lalu mereka berdoa dan memohon agar dapat menjadi tikus sehingga tidaklah lagi mereka menjadi incaran para tikus di istana. Ajaib. Doa mereka dikabulkan. Jadilah sepasang selop tua tersebut menjadi sepasang tikus. Mereka senang lalu berkeliaran layaknya tikus - tikus istana di dapur istana.
Namun ternyata kesenangan tersebut tidaklah lama karena ternyata tikus adalah incaran lezat bagi para kucing istana. Kembali sang suami selop memohon agar mereka menjadi kucing istana dan doanya pun dikabulkan. Kini mereka adalah sepasang kucing yang berkeliaran di istana dan tampak lucu di mata pelayan - pelayan istana.
Malang tak dapat ditolak, kesenangan mereka sebagai sepasang kucing hanya sebentar karena anjing - anjing istana menjadikan kucing sebagai incaran makan malam mereka.
Lagi - lagi sepasang kucing ajaib ini kembali gusar. Dengan saran dari sang suami, kembali mereka memohon tuk dijadikan anjing sehingga tidaklah lagi mereka gusar hendak dijadikan santapan bagi anjing - anjing di istana.
Tring...ajaib. Lagi - lagi doa mereka dikabulkan. Sekarang mereka adalah sepasang anjing - anjing yang tidak lagi menjadi incaran.
Hah! Apa mau dikata. Ternyata anjing di istana tidak disenangi oleh para pelayan. Mereka kerap dipukul dengan alu atau kayu tombak pengawal.
Merasakan beratnya menjadi anjing, mereka kembali memohon agar mereka dapat menjadi manusia.
Kembali lagi permohonan mereka dikabulkan. Mereka adalah manusia sekarang. Sepasang manusia biasa yang tidak lagi dipukuli. Tapi ah, mereka harus bekerja untuk dapat makan, membayar pajak dan jika terjadi perperangan mereka harus siap dikirim ke medan perang.
Melihat nikmatnya menjadi pangeran dan putri di istana. Kini mereka berfikir bahwa permohonan mereka kali ini adalah tepat, yaitu memohon keajaiban agar menjadi pangeran dan putri.
Nikmatnya mereka menjadi pangeran dan putri. Dapat bermain dan mempunyai banyak dayang - dayang dan pengawal yang siap melindungi mereka.
Tapi lagi lagi, lagi lagi kesenangan mereka terusik. Perang berkecamuk. Mereka adalah incaran pembunuh bayaran dari negeri lawan. Keseharian mereka kini dirundung kekhawatiran dan ketakutan.
Dalam ketakutan mereka kali ini, sang suami memohon agar mereka menjadi Tuhan.
"Istriku bagaimana jika kita memohon menjadi Tuhan. Menjadi Tuhan bearti kita mempunyai segalanya, berkuasa, tidak ada lagi yang perlu kita khawatirkan"
"Bagaimana baiknya menurutmu suamiku" jawab istrinya pasrah.
Kemudian memohonlah mereka.
Tapi apa mau dikata. Permohonan mereka justru mengantarkan mereka kembali menjadi sepasang selop tua di sudut dapur istana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar